First ride Yamaha Byson dan Honda PCX 125 sekaligus

Tak seperti biasa selesai absen kantor ada pemandangan beda di kantor. Seorang teman kantor membawa motor yang selama ini jadi perbincangan hangat, Yamaha Byson. Warnanya putih dan di dudukan plat nomer masih bertuliskan tes seperti kebiasaan orang Indonesia lain yang tidak sabar untuk segera mengaspal.

Tidak menyia nyiakan kesempatan, tes pun dilakukan terhadap motor ini dengan berkeliling seputaran kantor. Begitu tombol stater dinyalakan suara mesin yang ngebas keluar dari knalpot bohainya. Coba digas perlahan raungan mesinnya cukup halus. Tarikan kopling dan gasnyanya pun terasa ringan, jauh beda dengan punya mx ataupun vixion. Akselerasinya cukup baik untuk motor ber cc 150an. Sepertinya lebih responsif dibanding megapro lama tetapi masih dibawah pulsar 180. Handlingnya sangat mantap. Posisi stang sangat pas untuk touring jarak jauh. Bodinya yang ringan pun sangat membantu untuk berakselerasi.

Sayang di body inilah yang cukup mengecewakan. bukan masalah tampilan atau finishing yang udah gak ada komentar alias oke. Tapi bahan yang membentuk lekuk body hampir semua terbuat dari plastik atau sejenisnya. Tangki yang begitu molek terbuat dari tangki yang diberi kondom. Sangat riskan jika motor mengalami kecelakaan. Belum ada penjelasan bagaimana jika kondom tangki terkena benturan apakah bisa direparasi atau harus diganti?

Kalo diperhatikan, yang mungkin akan diincar penggemar modif adalah pelek belakang yang udah lebar, spaokbor kolong dan tentu saja lampu depan yang streetbike banget.

Secara keseluruhan Byson ini sangat menggoda untuk dimiliki, apalagi bandrol harganya dibawah vixion. Tapi secara pribadi saya menilai byson ini tidak beda sengan minerva 150cc yang cuma mengandalkan body aduhai. Cuma yang membedakan hasil akhirnya adalah merk yang mengusung.

Selesai menguji byson, datang lagi teman kantor yang juga membawa motor baru Honda PCX 125. Belum sampai mematikan motor kemudi langsung saya ambil alih untuk merasakan sensasinya. Begitu pantat menyentuh jognya yang lembut sangat terasa aura kemewahan dan kecanggihannya.

Piranti pertama yang dicoba adalah idling stop system yang membuat mesin ‘mati’ sesaat sebelum gas dibetot kembali. Beda dengan saat mengetes Byson yang langsung betot gas. Menunggangi PCX harus dengan perasaan. Gas ditarik secara perlahan sambil menikmati kemewahannya. Tarikan cukup responsif jauh di atas skywave yang biasa aku pakai. Suspensinya terasa sangat empuk dan bebas getaran. Kalo udah diatasnya rasanya enggan untuk beranjak.

Secara umum sangat memuaskan untuk si PCX ini. Hanya harga yang masih mahal mungkin yang menjadi satu – satunya poin minus untuk motor ini.

About these ads

~ oleh masbloro pada 21 September 2010.

3 Tanggapan to “First ride Yamaha Byson dan Honda PCX 125 sekaligus”

  1. pertmaqx

  2. Hihihihi… Yamaha disamain Minerva…
    Apa kualitasnya juga seperti Minerva nih???

  3. ko minerva bro??

    dapet top speed brpa bro??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: