Revo AT dan Lexam, beda harga beda pendekatan

Seperti diketahui Yamaha akhirnya meluncurkan bebek matik andalannya Yamaha Lexam kepasar. Peluncuran ini seolah olah sebagai tanda dimulainya medan perang baru antara Honda dengan Yamaha. Sampai dengan akhir tahun Yamaha telah memenangkan 2 medan medan perang yaitu di segmen motor matik dan sport, sementara Honda masih menjadi raja di segmen bebek.

Bebek matik memang unik, wujud bebek tetapi bermesin matik plus rantai. Walaupun sebenarnya bisa dikatagorikan sebagai motor matik pasar dari bebek matik ini masih belum bisa diraba seberapa besar daya serapnya, apalagi harga yang ditawarkan relatif mahal jika dibandingkan dengan motor matik. Kemungkinan yang terkena dampak tentunya dari segmen motor bebek dan motor matik.

Segmen bebek matik ini akan menyajikan persaingan yang seru mengingat ini adalah mainan baru bagi kedua penguasa motor di Indonesia. Honda Dengan AT-nya telah meluncur lebih dahulu dibanding Yamaha. Walaupun penjualannya masih seret, Honda sepertinya telah menyiapkan secara serius bebek matik pertama mereka Revo AT. Dibekali mesin 109,1 cc Revo AT telah menggunakan sistem injeksi PGMFI sedangkan Yamaha masih mengandalkan karburator dengan kapasitas silinder yang sedikit lebih besar yakni 113,7 cc.

Dengan berani Yamaha juga membuat kejutan dengan membandrol Lexam lebih tinggi dari Revo AT. Lexam lebih mahal 600 ribu dibanding Revo AT yang berbandrol 15.8 juta. Harga ini banyak yang disebut sebut blogger sebagai sebuah blunder. Lexam memang mempunyai cc yang lebih besar dan power yang lebih besar tetapi dibandingkan dengan sistim injeksi pada Revo AT rasanya tidak sebanding. Lexam lebih catik dari Revo AT ? rasanya penilaian desain lebih subyektif dan sulit untuk menebak keinginan pasar.

Hal lain yang menarik adalah model pengereman dari kedua motor ini. Honda yang berangkat dari model bebek diberi mesin matik sehingga sistem operasional pengeremannya masih menganut gaya bebek dengan rem depan di tangan dan rem belakang di kaki. Yamaha rupanya berangkat dari sisi matik dimana operasional rem duanya ada pada stang sama seperti matik umumnya.

Jika dirunut kebelakang dengan melihat sejarah perkembangan motor, Model rem depan di tangan kanan dan rem belakang di kaki kanan pada bebek yang diadopsi Honda untuk Revo Matik merupakan adopsi dari motor sport. Kenapa begitu ? karena sejarahnya motor batangan hadir lebih dulu ketimbang motor bebek yang dikenal sebagai cub atau underbone. Pada saat itu supaya bebek bisa diterima pasar kebiasaan orang menggunakan motor batangan diakomodir dengan menempatkan rem belakang tetap di kaki.

sedangkan pada model matik yang menganut kepraktisan lebih meniru model sepeda ontel dimana penempatan kedua rem ada pada setang sehingga membuat kaki nganggur, mengapa begitu ? alasannya sederhana karena matik ditujukan memudahkan orang yang ingin belajar mengendarai motor. Penempatan rem ditangan secara teknis lebih menguntungkan karena reflek tangan menerima respon lebih baik dibanding kaki. Ketika kita melakukan pengereman tiba – tiba dengan kedua rem ditangan kaki bisa difokuskan sebagai penyeimbang jalannya motor.

Orang yang sudah bisa pake motor matik tentu lebih mudah untuk belajar menggunakan motor bebek atau batangan. Sedangkan orang yang sudah bisa menggunakan motor batangan tentu saja tinggal melakukan adaptasi ketika menggunakan motor matik. Honda sebagai rajanya motor bebek punya kepentingan untuk mengadopsi kebiasaan bebek pada motor bebek matik. Honda perlu menjaga kalaupun pengguna motor bebek beralih ke bebek matik pilihan jatuh Revo AT dengan pertimbangan sudah terbiasa dengan model bebek. Sedangkan Yamaha sebagai penguasa motor matik tentu juga mempertahankan kekuasaannya, jangan sampai migrasi matik ke bebek matik menjatuhkan pilihan ke produk kompetitor dengan cara menghadirkan Lexam sebagai motor model bebek semudah matik.

Perbedaan ini sepertinya akan menjadi salah satu faktor penentu siapa yang berkuasa di segmen bebek matik. Ke depan menarik untuk diamati siapa yang paling konsisten menerapkan metode ini. Sistem yang bisa diterima oleh logika pasarlah yang akan memenangkan persaingan.

About these ads

~ oleh masbloro pada 20 Januari 2011.

7 Tanggapan to “Revo AT dan Lexam, beda harga beda pendekatan”

  1. perang rem di kaki dan rem di tangan brarti, bebek menang jd acuan RND, matic menang jd Acuan jg, kalo menang semua….

  2. dan trnyata pertamax, mahal lg

  3. oh jadi begitu ya bro?
    REVO AT ngadopsi sistem pengereman ala MOTOR SPORT sedangkan LEK SAMIUN ngadopsi dari SEPEDA ONTHEL.

    wkwkwkkkkk…..

    speda onthel kok dijual lebih mahal dari motor sport.

  4. dah keblinger tuh YMKI..produk minim fitur dan teknologi kok dijual mahal.

    • Apaan tuh udah gila kali YMKI, masih pake karbu tapi harga ngalahin Honda yang udah injeksi…Ini sih namanya pembohongan publik, penipuan konsumen…

  5. no hope.yamaha mulai seperti honda(overprice,minim fitur.kaya honda dulu kala)
    honda mulai kaya yamaha(motor dikasih fitur berjibun.dan model2 yg out off the box)

  6. Kata Yamaha, “Who’s care Injection? Motor injeksi semua gak laku (kecuali Sport injeksi gue!)…”
    Kita lihat strategi marketing Yamaha yang menempatkan betiknya untuk segment The Deferent People (LIFE THE DIFFERENCE….!) apakah efektif atau terpaksa ikut jejak Rematic. Sama2 gak laku!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: