Ketika korban kecelakaan hanya menjadi tontonan

Tidak terduga, sore kemarin  sepulang kerja akan mengalami kejadian yang memilukan. Kejadian yang menggugah perasaan dan rasa kemanusiaan. begini lho ceritanya :

Seperti biasa selama bulan puasa aku pulang selalu tepat waktu sekitar jam 3 sore. Tidak ada firasat apa – apa. Ketika melaju di jalan Radjiman tiba – tiba lalu lintas sedikit tersendat dan kuperhatiin pandangan semua orang tertuju ke depan.

Setelah mendekat makin jelas apa yang terjadi di depan. seorang biker terlihat terkapar di pinggir jalan dikerubutin orang – orang. Beberapa mobil yang berada di jalur berlawanan melambatkan lajunya untuk sekedar mencari tahu apa yang terjadi, sementara beberapa biker berhenti dengan tujuan yang sama. Ditengah jalan tepat di depan saya sebuah mobil kijang berhenti, nampak warga sekitar kejadian menepikan sebuah bebek dengan fairing samping hancur menghantam aspal.

Kijang di depan saya tiba tiba mulai melaju, sementara orang yang disitu hanya bisa menghardik mobil itu “hai tanggung jawab!!!” sambil memukul body mobil. Melihat kejadian itu feeling saya mengatakan mobil ini pasti terlibat insiden ini dan mencoba lari dari tanggung jawab. Melihat warga yang tak bereaksi untuk mengejar mobil itu karena lebih fokus ke korban yang terlihat tidak bergerak, saya seketika memutuskan untuk mengejar mobil itu.

Pulsyku langsung kupacu untuk mengejar kijang yang melaju makin kencang. Cukup jauh aku tertinggal karena kalah start tetapi aku yakin bisa mengejarnya. Benar saja di lampu merah buaran kijang langsung aku dekati. Tanpa basa – basi aku langsung menegur dia dan meminta untuk memutar balik guna membantu korban. Tampaknya orang itu mencoba berkelit dengan mengatakan dia dalam posisi tidak besalah.

Tak perduli bikin lalu lintas macet aku terus menekan dia untuk kembali. Saya katakan saya tidak perduli siapa yang benar siapa yang salah tetapi bapak terlibat dengan kejadian itu. Menyelamatkan korban adalah prioritas pertama, masalah benar atau salah urusan belakangan. Saya juga bilang kalo sampai orang itu meninggal, penyesalan akan menghantui bapak seumur hidup. terakhir terpaksa aku memberi dia dua pilihan, kembali atau saya laporkan ke polisi.

Akhirnya si bapak itu mau kembali. Tetapi untuk menghindari pengeroyokan disepakati mobil diparkir agak jauh dari TKP. Sampai di TKP aku terhenyak melihat korban. Biker itu masih tidak ada tanda – tanda bergerak yang berarti masih tidak sadarkan diri. Kusibak kerumunan orang yang hanya menonton tidak bertindak apa – apa. Setengah berteriak aku bilang “ayo cepetan diangkat bawa ke rumah sakit !!!”. Serta merta orang – orang berkata ” Siapa yang mau tanggung jawab ? bapak mau tanggung jawab? “….gubrak…..

“Ya sudah cepat cari angkutan…!!” kataku tanpa pikir panjang. Ternyata tidak mudah mencari kendaraan yang mau mengangkut korban. Jangankan kendaraan pribadi, angkot, Taxi, pick up pun tidak ada yang tergerak hatinya untuk membantu.

Ditengah kekalutan mencari angkutan dan mengawasi bapak itu tanpa memberi tahu ke massa disitu, tiba – tiba si korban sadar, dia sudah bisa duduk dengan kondisi tulang pipi berdarah dan masih linglung. Saya tanya ke seorang ibu2 dimana klinik paling dekat dari situ. Ada pak disitu, gubrak… ternyata kliniknya cuma 50 meter dari situ. Yah… kenapa gak dari tadi ngomong … gumanku dalam hati. ” udah ayo diangkat bawa kesitu dulu untuk mendapat pertolongan pertama.

Si korbanpun digendong oleh orang setempat yang berbadan gede. Saya dan si bapak sopir kijang menyusul dibelakang. Beruntung luka luarnya tidak terlalu parah, tetapi sepertinya mesti dilakukan scan untuk melihat kondisi kepala mengingat si korban sempat pingsan cukup lama.

Setelah itu kita mencoba menghubungi keluarga lewat indentitas dan hp korban. Sedikit kurang beruntung ternyata hp kondisinya lowbat sehingga harus mencari charger yang sama supaya hp bisa dibuka. Ehh udah gitu ternyata si korban tidak mau berbaring sehingga minta tolong untuk dibujuk. Saya tanya kenapa mas tidak mau berbaring, jawabnya : ” udahlah bapak cari orang lain saja yang membutuhkan pertolongan, biarkan saya begini saja”.” Siapa orang itu ?” tanya saya lagi. “ya itu orang dikampung kampung masih butuh pertolongan daripada saya”. gubrak…. mas – mas udah ditolong masih saja ngerepotin yang nolong….

Setelah keluarganya bisa dihubungi dan ada aparat rukun warga setempat yang datang. Saya langsung jelaskan semua dan sekaligus pamitan pulang karena aparat rukun warga tersebut berjanji untuk membantu menyelesaikan permasalahan setelah keluarganya datang.

Banyak hal yang bisa menjadi pelajaran kejadian di atas. Tampak nyata keperdulian orang terhadap orang lain mulai pudar. budaya Indonesia yang katanya adi luhung tinggal cerita saja. Sebagai orang yang mengandalkan motor untuk transport harian, saya harus makin waspada dan hati – hati di jalan. Saya juga semakin perduli dengan safety gear yang dikenakan.

Terlepas siapa yang benar atau salah, memberikan pertolongan pertama adalah prioritas pertama saat kejadian, ketimbang berdebat tidak jelas. Isya Allah dengan itikat baik mudah mudahan akan di beri kemudahan dalam berunding dan akan menjadi pertimbangan memperingan hukuman seandainya sampai ke pengadilan.

Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran kita semua…..

Keep Safety Riding….

ilustrasi : kompas.com, shepatranusa.multiply.com

About these ads

~ oleh masbloro pada 22 Agustus 2011.

19 Tanggapan to “Ketika korban kecelakaan hanya menjadi tontonan”

  1. banyak yang gitu, kasihan, malah jadi tontonan

  2. iya bro betul skali,.banyak orang yang hanya melihat dan takut untuk bertanggung jawab. karena takut ada urusan atau malah keluar biaya.
    Saya sendiri sudah beberapa kali menemukan kecelakaan seperti itu. sebagai manusia yang seharusnya memiliki rasa kemanusiaan apabila melihat orang yang tidak berdaya selayaknya dan sepatutnya kita memberi pertolongan, walaupun pertolongan yang kita berikan hanya mencarikan pertolongan karna tidak mampu menolong.
    Saya melihat anak tanggung yang hanya memakai baju olahraga naik matik jatuh tepat didepan saya. Mental kesebelah kanan dan pipinya dihajar oleh footstep motor berlawanan. Korban tergeletak ditengah tidak sadarkan diri.
    Seketika itui petugas DLLAJ melihat (melirik tepatnya) keadaan korban, tapi apa yang ia lakukan?, ia hanya melanjutkan meniup priwitannya tanpa melakukan apa2 pada korban, padahal disitu belum terlalu ramai kendaraan yang berhenti untuk dilancarkan oleh priwitannya.
    saya lalu kontan menstandarkan motor dan mengajak orang yang berbadan besar untuk menggotongnya kepinggir.
    Lalu saya mencarikan kendaraan entah angkot atau pickup yang bisa mengangkut korban, tapi untungnya tidak berapa lama mobil patroli lewat. diangkutlah kedalam. Lalu saya dengan tangan bermandikan darah melanjutkan perjalanan mencari air untuk membasuh, karena tidak mungkin saya kekantor dengan keadaan seperti itu.
    Sungguh itu cerminan budaya masyarakat kita. Rasa kemanusiaan mulai hilang sedikit demi sedikit. Mari mulai berpikir merasakan sakit dan perlunya pertolongan jika kita yang menjadi korban

  3. makanya indonesia disebut negara gagal, selalu mengagung2kan indeologi yang katanya pancasila tapi nyatanya hannya sedikit yg bermoral.
    andai semua rakyat indonesia punya nurani sepeti anda, pasti akan lain ceritanya, salut buat ente mas bro…

    • @all, setuju banget bro, miris banget liatnya, aku cuma berpikir sedainya korbannya saya akan orang yang mau menolong ?

  4. Salut mas…!!! Sip

  5. wah, saya ga bisa koment banyak sob, semoga amalan sobat di bulan suci ini dapet ganjaran yg berlipat ganda.. aminn

  6. Jakarta ya?
    Di daerahku,klo da kecelakaan wrg sekitar msh mau nolong..

  7. kadang ada kebingungan bro..
    antara panggil polisi, ambulan ato dikemanain…
    perlu edukasi bagi masyarakat……….

  8. —Setengah berteriak aku bilang “ayo cepetan diangkat bawa ke rumah sakit !!!”. Serta merta orang – orang berkata ” Siapa yang mau tanggung jawab ? bapak mau tanggung jawab? “….gubrak…..—
    ————————————————————————————–
    tanggung jawab bagi sementara orang, berarti mengakui kalo mereka pelaku yang mengakibatkan korban terkapar, maka nya pada gk mw..
    ada pengalaman temen, yg sehabis menolong korban kecelakaan, malah disuruh ber-TANGGUNG JAWAB karena dituduh sebagai penabrak, kapok dah jadi penolong

  9. Kasihan #lho?

  10. Wah salut masBro… Belum tentu saya bisa seperti anda kalo ada kejadian seperti itu.

  11. Anehnya lagi jika ada korban kecelakaan kayak gitu dan cuma di bawa kerumah sakit oleh warga pihak rumah sakit tidak akan melakukan apa apa di biarkan begitu saja dan balik bertanya siapa yg mau tanggung jawab

  12. wah patut di contoh nih perbuatan mas bro yang sangat mulia dengan membantu sesama,,

    http://holybagas.wordpress.com/2011/08/23/perkenalan/

  13. Alhamdulillah.

  14. alhamdulillah masih ada orang seperti anda mas. tingkat kepedulian anda memang pantas diacungi jempol. alasan anda ngebut juga masuk diakal. dan anda juga tidak maen hakim sendiri terhadap si pengendara mobil. patut dicontoh oleh yang lain. :D

  15. salut mas, jarang ada orang seperti mas di jaman ini :smile:

  16. tapi masyarakat itu suka main hakim sendiri (padahal nggak ngeliat kejadian persisnya seperti apa)… wajar kalo orang yang terlibat, kadang ngga mau tanggung jawab… :mrgreen:

    • bner bget tuh ,malah ada tersangka yg lebih parah dri korbannya gra2 di gebukin massa
      daripada gebukin tersangkanya mending nolongin korbannya kan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: