Kontroversi Toyota RAV4 maut Kuningan

Kecelakaan maut itu terjadi pada Jumat 26 Februari sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil Toyota RAV4 bernopol B 8095 NL yang ditumpangi 5 remaja itu mengarah dari jalan layang Kuningan menuju Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat. Saat membelok, kendaraan itu menghantam pembatas jalan hingga akhirnya mobil terhempas. Pengemudi dan 2 orang penumpang tewas di tempat. Sementara dua orang kritis.

Polisi mencurigai Toyota RAV4 itu merupakan produk CBU atau Completely Built Up (CBU) tahun 2009. Dia menduga, kondisi pedal gas mobil tersebut bermasalah. Kecurigaan polisi kian besar sebab mobil RAV4 keluaran 2009 merupakan mobil yang di-recall di AS. Bahkan Toyota di AS terpaksa menghentikan penjualan mobil ini untuk memperbaiki mobil tersebut.

Tapi Toyota RAV4 yang diimpor dan beredar di Indonesia tidaklah sama dengan yang RAV4 yang direcall di Amerika dan China. RAV4 di Indonesia mengadopsi setir di sebelah kanan bukan disebelah kiri seperti di Amerika.

RAV4 yang beredar disini memang sudah dasarnya mengadopsi setir kanan seperti di Jepang dan Australia yang hingga saat ini tidak diberitakan ditarik (recall).

Bukan hanya itu Airbag (kantong udara) Toyota RAV4 yang mengalami kecelakaan  Februari 2010 lalu ternyata tidak berfungsi. Dirlantas Polda Metro mengirimkan surat ke Toyota Astra untuk mengetahui seluk beluk soal mobil ini.

“Airbag-nya ada, tapi tidak berfungsi,” kata Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro AKBP Johansen Simamora.

Polisi bertidak cepat dengan mengirimi surat kepada pihak pihak terkait seperti Dishub dan ATPM Toyota.

Benarkah kecelakaan itu murni akibat kesalahan mobil?

jawabannya bisa ya bisa tidak. Ketua Umum Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI) Tommy R. Dwiandana menduga, pengemudilah yang menjadi penyebab kecelakaan itu. Sebab bila melihat lokasi kejadian tikungan Rasuna Said menuju jalan Latuharhari didahului oleh turunan lalu tikungan tajam. Mobil naas itu pun menurut polisi yang menyidik kejadian tersebut memang sedang dalam kecepatan tinggi. Diprediksi mobil melaju hingga ke kecepatan 120 km/jam. “Di tikungan itu dan dalam kecepatan segitu, mobil apa pun dari merek apa pun kemungkinan besar pasti akan mengalami kecelakaan, tidak perlu pakai RAV4,”jelas Tommy.

Beberapa saksi yang ditemui di lokasi kejadian juga menyebutkan suara rem berdecit keras sebelum terjadinya kecelakaan. Itu berarti pedal rem masih berfungsi normal. Hasil pemeriksaan pada pengemudi mobil naas tersebut pun ternyata negatif mengkonsumsi alkohol atau pun narkoba.

Akibat kejadian tersebut apa perlu  Toyota RAV4 yang beredar di Indonesia perlu di recall?

Untuk sampai ketahap penarikan kembali atau recall harus ditemukan kesimpulan yang didasarkan dari hasil penyelidikan olah tkp dan rekonstruksi kejadian terlebih dahulu. Dalam hal penyelidikan sebuah kendaraan  dikenal istilah potensi ‘Failure Mode and Effects Analysis‘ yang berupakan tahapan yang harus dijawab sebelum kita mencapai kesimpulan.
Harus diteliti dulu potensi dan indikasi kesalahan ada dimana, kapan saja terjadinya, indikasinya seperti apa, efeknya apa, akan menyebabkan apa dan bagaimana solusinya. Setelah itu baru bisa disimpulkan perlu direcall atau tidak.

Bisakah konsumen menuntut pihak Toyota?

Jika dalam penyelidikan Polisi menemukan bukti bahwa kecelakaan itu akibat dari mobil,  Toyota dan importir umum (IU) yang memasukkan Toyota RAV4 naas yang mengalami kecelakaan di Rasuna Said bisa dikenakan gugatan bila memang mereka tidak mau bertanggung jawab dengan mobil yang mereka bawa ini.

Bahkan bila nanti hasil penyelidikan kepolisian menyebutkan kecelakaan maut yang menewaskan 3 orang remaja 2 minggu lalu disebabkan benar karena masalah pada Toyota RAV4, maka gugatan pidana akan dikenakan ke importir dan merek yang bersangkutan. Hal tersebut diungkapkan oleh Divisi Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi.

Gugatan menurut Sularsi bisa ditempuh dengan dua jalur sekaligus, baik gugatan perdata maupun pidana. “Tergugat pertama adalah merek yang bersangkutan dan tergugat kedua adalah importirnya. Jadi disini importir harus diberi pelajaran bertangung jawab agar tidak hanya mau masukin barang tapi tidak mau tanggung jawab,” paparnya.

Dan sebagai langkah preventif, Sularsi menyarankan agar para pemilik Toyota RAV4 memeriksakan mobil milik mereka ini ke importir yang memasukan mobil mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi Toyota Rav4 dibanyak negara seperti China dan Eropa serta Amerika misalnya, memang sudah masuk ke daftar mobil yang harus ditarik.

“Dan bila nanti terbukti benar kesalahan ada pada produknya, keluarga korban berhak menggugat, ini jatuhnya sudah pidana,” jelas Sularsi.

Profil Toyota RAV4 2009

Tampilan SUV berukuran kompak ini tampak segar dengan  ubahan cantik di grille, fender, spion, alloy wheel dan tentu saja bagian belakangnya dibandingkan versi sebelumnya.

Mesin baru yang diperkenalkan berkapasitas 2.5 liter, empat silinder. Sebelumnya mesin RAV4 berkapasitas 2.4 liter. Mesin baru memproduksi 170hp, atau 13hp lebih besar dari mesin lama. Sedangkan puncak torsinya berada di 172lb-ft atau 7 lb-ft lebih tinggi. Mesin baru ini dipakai di versi ‘base’.

Versi yang lebih tinggi dari keluarga RAV4 menggunakan mesin V6 dengan system penggerak empat roda. Varian ini mendapat Sport Appearance Package terbaru yang menggunakan ban run-flat (yang bisa tetap dikendarai hingga beberapa puluh km dalam kondisi kempes). Kini tidak memerlukan lagi ban serep yang biasanya terpasang di pintu belakang.

Model yang menggunakan system penggerak roda depan efisiensinya 1mpg lebih baik dari pendahulunya yaitu 22mpg di kota dan 28mpg di jalan tol. Mesin baru ini dipasangkan dengan transmisi 4-speed automatic baru yang lebih kompak, lebih ringan dan lebih efisien dari yang lama.

sumber : oto.detik.com, rinisumasdi.blogspot.com,

Iklan

~ oleh masbloro pada 12 Maret 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: