Kontroversi fuel pump mobil

Seminggu terakhir ini pemilik dan komunitas mobil dihebohkan olah gejala tidak normal dengan banyaknya keluhan terjadinya kerusakkan pada pompa bahan bakar (fuel pump) di kendaraan mereka. Kendati belum ada kesimpulan final dan pasti, namun beberapa kalangan mensinyalir kerusakan itu disebabkan kualitas bahan bakar yang tidak bagus.

KCI melaporkan ada 30 mobil yang mengalami kerusakkan pada fuel pump itu. Kerusakan itu diduga lebih pada faktor bahan bakar. Alasannya sederhana saja, kejadiannya terjadi bukan hanya pada satu dua mobil tetapi puluhan. Dari inspeksi yang dilakukan KCI dengan cara menguras tangki bahan bakar rata-rata saringan bahan bakar berwarna hitam pekat.

Keluhan serupa dialami oleh para pengemudi Taksi Blue Bird. Sejak Juni hingga hari ini, tak kurang dari 1.200 unit taksi mengalami masalah pada pompa bahan bakarnya. Gejalanya pun sama dengan yang dialami anggota KCI, mobil kerap mogok dan tersendat-sendat kalaupun mesin bisa dinyalakan.

Padahal mobil yang bermasalah adalah Toyota Limo buatan 2009 – 2010 yang notabene tergolong mobil anyar. Menurut petugas bengkel fuel pump itu part yang masuk kategori slow moving atau alias termasuk part yang awet jadi tidak harus cepat ganti.

Pihak Blue Bird Group hanya bisa menyampaikan keluhan ke Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Toyota, dalam hal ini PT Toyota Astra Motor (PT TAM). PT TAM sendiri mengakui dalam dua bulan terakhir permintaan terhadap peranti pompa bahan bakar itu mengalami peningkatan hingga 300 persen. Bila sebelumnya rata-rata 80 unit per bulan, sejak Mei lalu permintaan mencapai 240 unit saban bulannya.

ATPM Hyundai juga mengalamihal yang sama, Diler Hyundai Tebet, Jakarta Selatan, melaporkan lebih dari 20 unit mobil Hyundai seperti Avega, Trajet, Getz dan juga Verna, turut terkena dampak tersebut. Untuk mengganti fuel pump yang rusak, biaya yang diperlukan sekitar Rp 1,3 juta sampai 1,7 juta, itupun hanya fuel pump-nya saja, belum termasuk jasa.

Jebolnya fuel pump itu diduga akibat Premium yang kotor. Premium diduga mengandung kadar belerang yang lebih tinggi. Kotornya Premium tersebut membuat mampet saringan depan fuel pump yang membuat asupan bensin menjadi sedikit. Inilah yang ditengarai membuat bagian dalam fuel pump menjadi cepat panas dan akhirnya jebol.

Pihak ATPM saat ini sedang melakukan penelitian apa penyebab kerusakkan tersebut. Apakah faktor teknis atau lainnya seperti masalah bahan bakar. Tapi dari analisis banyak kejadian dugaan penyebab kerusakan pompa bahan bakar mengarah ke kualitas premium yang diedarkan Pertamina.

Menanggapi sinyalmen banyak pihak PT Pertamina (Persero)  dengan tegas menampik sinyalemen yang menyebut kerusakkan pompa bahan bakar di sejumlah mobil dikarenakan kualitas bahan bakar yang jelek dari perusahaan itu. Menurut Pertamina bahan bakar Pertamina sebelum dipasarkan telah melalui serangkaian uji kontrol kualitas sejak dari kilang minyak, depo, hingga di Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU). Pertamina selalu melakukan inpeksi dan uji di SPBU di sejumlah wilayah di Jakarta dan hasilnya tidak ada spec down kualitas bahan bakar.

YLKI sebagai dewa pelindung konsumen menduga  adanya kesengajaan yang dilakukan PT Pertamina (Persero) atau pihak tertentu untuk menurunkan kualitas premium agar orang beralih ke pertamax.Menurut Pengurus YLKI, penurunan kualitas premium yang dilakukan pihak tertentu  tersebut, tentu saja akan berimbas terhadap mesin mobil karena saat ini saja kualitas BBM di tanah air masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan standar internasional.

Dengan adanya temuan atau dugaan premium yang rendah itu mungkin disengaja oleh Pertamina atau pihak tertentu untuk agar orang beralih ke pertamax. Seperti banyak diketahui bahwa jatah subsidi BBM dari pemerintah telah melewati batas anggaran yang disepakati pemerindah dan DPR.

sumber : tempointeraktif.com, detik.com, kompas.com

menduga adanya kesengajaan yang dilakukan PT Pertamina (Persero) atau pihak tertentu untuk menurunkan kualitas premium agar orang beralih ke pertamax.

Menurut Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, penurunan kualitas premium yang dilakukan pihak tertentu  tersebut, tentu saja akan berimbas terhadap mesin mobil karena saat ini saja kualitas BBM di tanah air masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan standar internasional.

“Dengan adanya temuan atau dugaan premium yang rendah itu mungkin disengaja oleh Pertamina atau pihak tertentu untuk agar orang beralih ke pertamax. Ini sangat logis kalau didekati dengan indikasi semacam itu.

Iklan

~ oleh masbloro pada 21 Juli 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: