RSA hari ini gelar aksi damai menolak diskriminasi sepeda motor

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap untuk melarang motor melintas di jalan protokol sehabis Lebaran nanti. Tak ayal, rencana ini pun langsung menimbulkan kontroversi. Banyak pihak yang mengkritik kebijakan ini. RSA sebagai lembaga swadaya masyarakat yang perduli akan keselamatan berkendara ikut angkat bicara mengenai pembatan ini.

Menurut RSA niat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Kepolisian Daerah Metro Jaya membatasi sepeda motor pada waktu dan ruas jalan tertentu, tidak menuntaskan karut marutnya kemacetan lalu lintas Jakarta.

Penyebab carut marutnya kondisi lalu lintas di Jakarta  disebabkan tingginya jumlah kendaraan pribadi dibandingkan angkutan umum. Disisi lain kontribusi infrastruktur jalan yang pertumbuhannya kurang dari 1% per tahun, jadi tidak layak motor sebagai alasan problema kemacetan yang menimbulkan kerugian hampir Rp 17 triliun per tahun.

Jumlah kendaraan pribadi yakni 7,5 juta sepeda motor dan 2 juta mobil pribadi dan jumlah tersebut terus bertambah setiap hari. Warga Jakarta dan sekitarnya harus rela memanfaatkan kendaraan pribadi tersebut sebagai alat transportasi utama karena dinilai efisien dan efektif meskipun harus dengan cara kredit sekalipun.

Padahal akar persoalan terletak pada kualitas layanan angkutan umum yang tidak nyaman, aman, dan mahal. Alternatif pun jatuh pada sepeda motor yang mampu memotong waktu tempuh hingga 50%.

Segmen masyarakat menengah bawah menempatkan sepeda motor menjadi andalan agar bisa tepat waktu ke tempat kerja. Ratusan ribu para pekerja tersebut di antaranya berkutat di tengah kota Jakarta sebagai urat nadi perekonomian. Karena itu, pembatasan sepeda motor di Jakarta menjadi tidak efektif bahkan kontraproduktif bagi perputaran dunia usaha, produktivitas karyawan  terancam menurun karena terlambat masuk kerja, tersendatnya pengiriman barang dan pengeluaran untuk biaya transport akan semakin bertambah.

Road Safety Association (RSA) mendesak kepada pemerintah pusat cq kementerian perhubungan meningkatkan sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan sistem transportasi massal umum yang aman, nyaman, terjangkau dan tepat waktu secara akses dan finansial. Pilihan moda transportasi yang harus dimaksimalkan antara lain Trans Jakarta, subway, monorel dan sekaligus angkutan pengumpan ( feeder ).

RSA mendesak solusi terhadap akar permasalahan yaitu perwujudan transportasi umum sebagai prioritas utama saat ini, bukan diskriminasi terhadap pengguna sepeda motor.

Wujud penyampaian aspirasi, RSA akan menggelar Aksi Damai dengan tema HENTIKAN KEBIJAKAN DISKRIMINASI PENGGUNA SEPEDA MOTOR & TINGKATKAN KUALITAS TRANSPORTASI PUBLIK YANG AMAN, NYAMAN, TERJANGKAU DAN TEPAT WAKTU pada hari ini 28 Agustus 2010.

Acara akan di mulai pukul 04.00 sore yang akan melibatkan massa dari anggota puluhan kelompok sepeda motor dan privater. Aksi damai ini dilakukan dengan konvoi yang diawali dari Senayan menuju Monas. Saat melewati HI rombongan akan berhenti sejenak untuk melakukan orasi.

Bagi yang berminat untuk bergabung silahkan datang pada sore ini ke parkir timur senayan karena acara ini sifatnya terbuka. Semoga saja dengan acara ini Pemda DKI dan Polda Metro Jaya tergerak hatinya untuk mempertimbangkan lagi kebijakannya. Amien

sumber : rsa.or.id

Iklan

~ oleh masbloro pada 27 Agustus 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: