MotoGP : antara Indonesia dan India

Pertarungan motor kelas dunia MotoGP baru saja dimulai dari sirkuit Losail Qatar. “Indonesia” yang menjadi sporsor tim utama Yamaha dan Honda berjaya memborong empat besar. Kiprah ATPM Indonesia menjadi sponsor utama tim elit Repsol Honda Dan Petronas Yamaha seolah menasbihkan bahwa pasar motor Indonesia menjadi penting bagi pabrikan asal jepang tersebut.

Sayang kebanggaan tersebut menjadi semu, karena tidak ada satu wakilpun baik tim atau pembalap yang berkiprah langsung dalam gelaran motoGP. Tercatat hanya ada satu teknisi yang ikut menimba ilmu dari tim Honda Gresini. Fanda mekanik asal bengkel Mitramas Motor-Malang itu bisa ikut menimba ilmu berkat kemenangannya dalam kompetisi Castrol Power 1 Mechanic Contest 2010.

Doni Tata Pradipta yang beberapa tahun lalu digadang gadang menjadi calon penunggang motoGP pertama dari Indonesia gagal melanjutkan kiprahnya di kelas 250 cc dengan alasan yang tidak jelas.

Beda dengan India, saat ini mereka tengah berdebar menantikan setiap balapan motoGP karena tim pertama asal pabrikan asli India telah berkiprah di GP 125. Mahindra Racing memulai debutnya lebih baik dari debut seorang Doni Tata di gelaran motoGP. Pembalap Mahindra Danny Webb, berhasil finish urutan 16 setelah start dari urutan 23. Pembalap Mahindra Racing lainnya arcel Schrotter berada di urutan 21. Sedangkan pembalap asli india Sarath Kumar gagal mengikuti balapan setelah gagal melewati limit kualifikasi 107 %.

Sampai dengan saat ini keperdulian ATPM di Indonesia baru sebatas keperdulian mereka pada penjualan motor di Indonesia. Kabarnya Yamaha Indonesia menggelontorkan 20 juta dollar untuk tag line mereka “Semakin di Depan”. Dengan kemapuan dana promosi yang begitu besar seharusnya paling tidak satu tim moto2 bisa ikut berpartisipasi. Supaya Indonesia punya kebanggaan setara dengan partisipasi yang di tunjukkan India.

Ayo Honda dan Yamaha dimana ke-Indonesiaan-mu, tunjukkan pada bangsa ini. Semoga insan otomotif “Satu Hati” supaya kiprah Indonesia “Semakin di Depan”

sumber & gambar : indiancarsbikes.in, agoesdp.blogspot.com, berita-kilat.blogspot.com

Iklan

~ oleh masbloro pada 21 Maret 2011.

6 Tanggapan to “MotoGP : antara Indonesia dan India”

  1. indonesia kebanyakan makan bebek, bisanya cuma sruntulan di jalan raya kaya saya 😀

  2. Sabar- sabar.. Moso ora o.. Mbuh kapan..!

  3. 20 juta dolar?
    ckckckckkk….
    duit segitu banyak apa gak lebih baik buat nambah rem cakram belakang, SKS, SSS, PBL,spt tetangga sebelah biar gak semakin pasrah?

  4. klo menurut ane, pembinaan balap nasional jg hrs diperhatikan, harusnya semua ATPM ikut terlibat membangun & mengembangkannya, ga cuma bebek aja. sehingga kita mempunyai bibit2 pembalap yg mampu berkiprah di kancah internasional.

  5. Sepertinya kalau emang dapat dana 20 juta dollar beneran, bisa tuh nitipin pembalap jagoan Indonesia di Tim satelit atau bikin tim sendiri seperti Hector Barbera atau Pembalap Chech yg baru itu, naik DUCATI, sepanjang lolos kualifikasi dan boleh ikut balap, tentunya. Hm.. membayangkan dapat 20 juta dollar dan melihat pembalap Indonesia di ajang MotoGP.

  6. atpm cm meresin duit rakyat aja,,,kampret

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: