Jalur khusus sepeda atau motor ?

Sabtu kemarin pas servis my skywave, iseng baca Motorplus yang udah kumal milik bengkel, ada satu artikel menarik dari kolom younth action for road safety 2011 pada edisi 640 tanggal 1-7 Juni 2011. Judulnya ” pembukaan jalur sepeda, biker layak meminta lebih”.

Isinya diawal bercerita tentang pembukaan jalur sepeda pertama di Jakarta sepanjang 1,5 kilometar dari Taman Ayodya sampai kawasan Melawai, Kebayoran Baru. Motorplus menggaris bawahi :

“pembukaan jalur sepeda di Jakarta seperti mencari sensasi. Lebih penting menerapkan jalur motor karena jumlahnya lebih banyak dan digunakan setiap hari”


Sebuah pernyataan yang sangat wajar dari sebuah tabloid yang mengupas dunia roda dua. Dalam pembahannya Motorplus berargumentasi bahwa kontribusi sepeda motor terhadap pendapatan daerah di DKI jauh lebih besar ketimbang sepeda. Pendapatan itu berasal dari perpanjangan STNK maupun pembuatan BPKB. Walaupun bukan dimaksud untuk memprovokasi biker untuk menuntut lebih banyak, Motorplus berbendapat seharusnya Pemda DKI lebih care kepada sepeda motor yang memang telah menjadi transportasi rakyat dan dari sisi jumlah juga sudah luar biasa banyak. Bukan dengan membangun jalur sepeda yang belum banyak digunakan orang untuk keseharian. Kebijakan populis yang diambil dianggap hanya bertujuan menarik simpati khalayak tanpa memperhatikan fakta dilapangan.

Masih menurut motor plus sudah seharusnya biker diberi jalur khusus buat motor lebih dulu ketimbang goweser. Selama ini memang telah ada jalur motor si jalur sebelah kiri jalan protokol. Tetapi jalur tersebut motor masih juga harus berebut tempat dengan mobil dan parkir, sehingga resiko yang dihadapi biker sangat besar di jalanan. Seperti banyak diwartakan korban kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal didominasi oleh pengendara motor.

Saya secara pribadi berpendapat memang benar sepeda motor telah memberikan PAD DKI Jakarta melalui BPKB, SIM, STNK dan juga pajak atas BBM yang merupakan pajak daerah. Fakta dilapangan memang benar sepeda belum menjadi pilihan utama rakyat, sedangkan sepeda motor telah menjadi andalan tranportasi untuk kelas menengah kebawah.

Kalo kita berpikir kontribusi akan menentukan fasilitas yang diraih seharusnya biker (motorplus) lebih iri dengan si pejalan kaki. Untuk bisa jalan2, si pejalan kaki tidak perlu punya STNK SIM atau BPKB. Mereka disediakan trotoar dimana mana. Di Jakarta atau daerah lain kebanyakan trotoar nganggur atau dalam arti jarang dipergunakan untuk pejalan kaki tertapi pemerintah tetap memberikan fasilitas dimana mana dan itu telah ada sejak dulu. Bahkan karena lebih banyak menganggur, trotoar sering diinvasi oleh motor ketika jalanan macet.

Tetapi kalo kita sedikit belajar pajak, dalam asas pajak berlaku sebuah prisip keadilan dan gaya pikul, melalui pajak sikuat akan menolong silemah supaya terjadi pemerataan pendapatan. Dalam konteks di jalanan si pejalan kaki adalah dianggap paling lemah sehingga pemerintah memprioritaskan pembangunan trotoar pada setiap jalan yang dibuat, posisi berikutnya adalah goweser dan selanjutnya adalah angkutan umum, motor dan kendaraan pribadi. Itulah sebabnya juga pemerintah mewajibkan ada fasilitas khusus untuk penyandang cacat di setiap fasilitas umum ataupun mall walaupun jarang sekali dimanfaatkan.

Dalam perspektif pemerintah dalam jangka panjang mungkin pemerintah punya visi untuk mewujudkan lalulintas yang tertib ramah lingkungan dan nyaman. Visi itu dijabarkan oleh pemerintas melalui kebijakannya mendorong orang untuk menggunakan kendaraan umum dan kendaraan yang ramah lingkungan.

Mungkin, pemberian fasilitas jalur khusus untuk motor dianggap bukanlah solusi jangka panjang, bahkan bisa jadi sebaliknya akan mendorong orang untuk berlomba lomba menggunakan motor sebagai transportasi, sehingga pada akhirnya tujuan awalnya tidak tercapai

Saya yakin pemerintah sebenarnya juga memperhatikan kepentingan pengguna motor namun, karena keterbatasan lahan fasilitas khusus untuk biker masih sulit diwujudkan.  mudah mudahan seperti itu….

Iklan

~ oleh masbloro pada 15 Juni 2011.

Satu Tanggapan to “Jalur khusus sepeda atau motor ?”

  1. ah paling cuma cari muka doang tu bikin jalur sepeda… jalur yg ramainya di akhir pekan doang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: