Asal muasal kaca spion…

Jangan prcaya klau penemu kaca spion adalah ” Elmer Berger ” pd thn 1914. Tapi penemunya yg asli adalah orang Indonesia asal Jawa yg bernama ” Yono “.
Karena waktu itu temannya, Anto yg membawa mobil dan setiap akan membelok Anto menyuruh Yono nengok ke belakang sambil berkata ” Sepi Yon ? “…” Sepi Yon ? Akhirnya di kenal hingga skrg dg nama spion..

hahaha, yang diatas just joke, sejarah kaca spion yang sebenarnya ada dibawah ini. Tulisan ini saya copas dari pangeransalju1988.blogspot.com, monggo disimak :

Tidak sedikit pengendara motor di jalan yang menggangap kaca spion sebagai “pajangan” belaka, atau mungkin ada juga yang mengganggap kaca spion membuat motor mereka terlihat kurang oke. Jadi mereka lepas kaca spion mereka atau mereka ganti dengan kaca spion yang terlihat bagus, tapi sayangnya tidak berfungsi.

Kalau nggak percaya, coba deh perhatikan bagaimana motor-motor di jalan. Kebanyakan mereka mempunyai kaca spion tapi kecil sehinggga tidak berfungsi, atau posisi kaca spion mereka membuat mereka tidak bisa melihat lalu lintas atau kendaraan di belakang mereka.

Hal seperti ini disamping berbahaya bagi mereka, juga membahayakan orang lain. Pengendara motor seperti ini, biasanya kalau mau motong atau pindah jalur, akan langsung pindah jalur tanpa melihat situasi lalu lintas di belakang mereka.

Apabila kita mempunyai kaca spion, kita bisa melihat pengendara yang ada di belakang kita tanpa harus memutar kepala 100-120 derajat yang tentu saja apabila kepala diputar dengan besar sudut tersebut akan membuat kita tidak dapat melihat pengendara yang ada di depan.

Kita sering melihat kaca spion, tapi tahu nggak sejarahnya kaca spion? Ini ada cerita tentang sejarah kaca spion.

Dulu di awal 1900-an sewaktu mobil masih merupakan barang baru, dan balap mobil baru mulai berkembang, setiap peserta balap mobil selalu membawa mekanik. Tugas mekanik ini adalah untuk memperbaiki mobil kalau rusak sewaktu balapan.

Dengan makin berkembangnya teknologi, mesin mobil jadi lebih canggih dan jarang rusak dan mekanik tidak lagi diperlukan. Fungsi mekanik ini kemudian berubah menjadi “pengamat” yang membantu pengemudi. Jadi mekanik ini kemudian bertugas mengamati keadaan di belakang mobil mereka, supaya pengemudi bisa tahu kalau ada mobil peseerta lain yang akan “menyalip” mereka.

Setiap mobil yang ikut balap mobil pada era tersebut selalu membawa dua penumpang. Satu bertugas mengemudikan mobil dan satu lagi bertugas mengamati keadaan di belakang mereka.

Kemudian di tahun 1911 di lomba balap Indianapolis 500, satu orang peserta kesulitan mencari mekanik untuk menjadi pengamat untuk mengawasi keadaan di belakang. Sebagai jalan keluar dia kemudian memasang cermin di mobilnya. Dengan memakai cermin ini dia bisa melihat kalau ada peserta balap lainnya yang akan mendahului atau nyalip.

Karena beban yang diangkut lebih ringan, mobilnya bisa jalan lebih cepat dan akhirnya dia memenangkan lomba balap tersebut. Di tahun berikutnya semua mobil peserta balapan memasang kaca spion di mobil mereka, dan sejak saat itu semua mobil memakai kaca spion.

Jadi buat yang seneng ngebut dan juga yang tidak seneng ngebut, pasang deh kaca spion yang benar-benar berfungsi. Jangan tidak pakai spion, atau kaca spion cuma buat pajangan saja. Karena walau begitu, kaca spion membawa dampak besar dalam keselamatan anda.

pangeransalju1988.blogspot.com

Iklan

~ oleh masbloro pada 17 Juli 2011.

 
%d blogger menyukai ini: