Ketika motorku menyentuh bahu anak itu

Pagi ini seperti biasa aku pergi ngator pake motor kesayangan Pulsar 180 UG 3. Sudah 2 hari ini aku beralih kembali ke motor batangan karena mulai senin kemarin motorku yang lain Sky Wave dipake nganter anak sekolah.

Suasana jalanan agak ramai pagi ini, motor melaju dengan kecepatan sedang2 saja antara 30-60 km/jam. Sekitar 2 kilometer dari rumah dalam kecepatan sekitar 40-50 km/jam saya melihat dua orang ibu-ibu dan seorang anak perempuan berumur sekitar 7 tahun menyeberang jalan dari kiri kekanan. Saat mencapai tengah jalan jarakku dengan penyeberang sudah kurang dari 50 meter, Sambil mengamati jalan kuperhatikan kedua ibu itu meneruskan langkah kakinya ke arah kanan untuk menyeberang.

Tetapi ternyata tidak demikian dengan si anak, etah kenapa si anak tiba – tiba mundur kebelakang dan berdiri persis dijalurku. Melihat gerakan yang tidak terduga sontak aku mengerem sebisaku untuk menghindari anak berbaju putih itu tertabrak. Motorpun melambat dengan cepat seiring makin kuat cengkeraman remku, tetapi jarak juga semakin dekat.

Tepat ketika motorku menyentuh bahu anak itu, si Pulsar berhenti. Dalam detik yang sama aku benar benar shock dengan adegan dramatis yang aku lakukan sendiri. Saat itu aku sudah tidak mungkin lagi membunyikan klakson, sehingga motor dibelakangku dengan jarak lebih jauh dari anak itu sempat memberikan klakson sebagai peringatan.

Bukan saja saya yang shock, anak itu juga terlihat kaget ketika motorku menyentuh bahunya. Dia terdiam sesaat sembelum menyikir kekiri. Ucapan lembut dari biker yang berhenti tepat di samping kananku menyadarkan pikiranku. “Dik silahkan lewat, gak papa kok, pelan2 saja!”.

Anak itu segera bergegas melintas kembali di depanku menghampiri ibunya yang tidak menyadari apa terjadi baru saja. Saat si anak telah sampai keseberang aku kembali melaju dengan kaki yang lemas dan dada berdebar. Aku hanya bisa bersyukur kepada Allah yang melindungi aku dan anak itu.

Belajar dari kejadian diatas, jika kita menyeberang jalan dengan anak kecil, jangan sampai kita melepaskan si anak untuk berjalan sendiri. Gandenglah si anak supaya kita bisa memastikan bahwa anak kita mengikuti langkah kita. Tetap waspada di jalan dan berjalan sesuai dengan kondisi lalu lintas akan memudahkan kita mengendalikan keadaan.

Harus diakui ada tidakan mis yang bisa berakibat fatal. Setelah kuperhatikan saat mengerem ternyata aku 100% mengandalkan rem depan tanpa menginjak rem belakang. Karena baru dua hari ini aku kembali menggunakan motor batangan, kebiasaan menggunakan motor matic mempengaruhi reaksiku saat sudent break. Pada matik rem depan dan belakang dikendalikan lewat tangan, sehingga kaki nganggur. Pada saat menggunakan motor batangan yang ditarik ternyata kompling dan rem depan, sedangkan kaki terlajur terbiasa nganggur.

Beruntung Bajaj Pulsar 180 mempunyai bobot yang cukup berat dan sangat stabil sehingga motor saat direm mendadak tidak ngebuang atau terangkat ke depan. Kemampuan rem depan yang kabarnya masih ada sodara dengan brembo ini cukup mumpuni. Power yang lumayan besar dari motor ini pun mampu diredam dengan baik.

Iklan

~ oleh masbloro pada 20 Juli 2011.

16 Tanggapan to “Ketika motorku menyentuh bahu anak itu”

  1. yang ane tahu teknik mengerem yang benar seperti itu sehingga tidak slip roda belakang

  2. ngeri ngeri ngeri marai lemes dengkul

  3. hati-hati d jalan, nyawa g bisa d beli

    aku claireen

  4. pernah ngalamin juga hampir nabrak gerobak, ban nyentuh belakang gerobak pas brenti seperti di film2 (adegan dramatis).

  5. atia ati,,,,bahayua

  6. Wuuih…beruntung tidak sampai nabrak..keep safe riding.

    sekalian nitip dagangan…salam,
    http://lexyleksono.wordpress.com/2011/07/21/utamakan-keselamatan-saat-berkendara/

  7. adakalanya penyeberang yang tidak tengok kanan-kiri sehingga justru mereka yang menabrak pengendara motor. bueneeran. pernah kejadian soalnya.

    ada orang yg ingin ngejar angkot, motor saya melaju pelan disamping angkot yang berhenti. lalu tiba2 si calon penumpang yang ingin naik menabrak badan motor saya. tuh posisinya badan motor lho, bukan ban dapan dulu yang nyenggol orang.

  8. iya…kadang penyebrang jalan juga sembrono ato ragu2…apalagi cewe, ibu2 sama anak kecil…kalo ketemu yg gituan, saya mending langsung turunin kecepatan dan biarin mereka lewat dulu..

  9. assololey icikicik a hem…

  10. ug3 saya remnya sensitive banget. direm depan sering ngunci, pernah hampir ndolosor. . serem

  11. ug3 saya remnya sensitive banget. direm depan sering ngunci, 3x hampir ndolosor. . serem

  12. iya om,, emang di jalan harus ekstra hati2,,
    kadang kita udah safety, hati2, ehhh,,, orang lain yang sruntulan,,

  13. wah untung gpp

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

  14. wohh..ibuknya tak bertanggung jawab tuhhhh

  15. jadi pelajaran,…Semoga Allah selalu melindungi kita dari bahaya…amin

  16. Huff, masih dilindungi sama yang Kuasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: