Gowes menyusuri Banjir Kanal Timur (BKT) emang asyik

BKT memang menawan

BKT atau Banjir Kanal Timur adalah kali yang sengaja dibikin untuk mengurangi dampak banjir yang kerap melanda ibukota. Kali ini dimulai dari daerah cipinang menyusuri timur Jakarta dan bermuara di daerah Marunda. Untuk menjaga BKT ini terus berfungsi optimal,  Pemda DKI membangun jalan di sisi kiri dan kanan kali.

Sekarang ini BKT sudah mendekati penyelesaian pekerjaan. Kalinya sendiri sudah dialiri air sedangkan fasilitas penunjangnya seperti jalan dan taman sedang dalam pengerjaan. Penasaran dengan BKT ini hari minggu kemarin saya nekat menyusuri kali BKT ini sendirian. Untuk menjelajah medan yang bervariasi kupercayakan pada ketangguhan Sepeda “Police Orlando”ku.

Berangkat dari rumahku di daerah cikunir sekitar pukul 05.40 pagi. Hari masih gelap dan hawa dingin mulai menyergap badanku ketika sepeda mulai kukayuh. Sengaja kupilih start menyusuri BKT itu dari pinggil jalan Tol JORR di daerah Bintara. Setelah mengayuh sejauh 9 km akhirnya aku sampai pada titik start BKT saat rona merah menyembul di ufuk timur.

ini adalah sisi starting point perjalanan menuju laut :

Jalan samping toll JORR dekat dengan calon terminal Pulogebang

Start dimulai dengan jalur beraspal mulus. Sengaja saya mengambil jalur sisi kanan karena dari jembatan kuperhatikan jalur kiri ada rumah yang memotong jalan karena mungkin belum dibebaskan. setelah lewat 1 km rupanya jalannya belum jadi. Jalanan masih berupa tanah yang sudah diperkeras dengan pasir dan batu sebelum dicor. Sepanjang jalan terlihat masyarakat memanfaatkan pinggir kali untuk bercocok tanam. Ada banyak sayuran ditanam disitu mulai dari kangkung, bayam sampai timun suri ada. Kalo ketemu yang ngerawat bisa saja kita belanja sayuran segar langsung dari kebunnya.

Kurang lebih 4 km dari titik awal perjalanan menyusuri kali BKT akhirnya ketemu dengan jalan raya Bekasi yang sudah ramai dari pagi. Perlu kesabaran dan keberanian untuk bisa menyeberang. Selepas dari situ jalan mulai mulus karena hampir semua sudah dicor. Kebetulan di jalan BKT samping Metland ketemu bapak – bapak dengan sepeda balapnya begitu menikmati perjalanan. Sambil mencari tau track yang akan dilalui saya menemani sibapak yang rumahnya di Ujung Menteng ini menyusuri BKT dengan kecepatan sekitar 13 km/jam saja.

Pak Surat (kalo gak salah dengar …) ini adalah pensiunan kontraktor yang sudah sering menyusuri BKT. Tak terasa hampir 10 km dilalui bersama sama. Setelah bertemu dengan pintu air kedua (setelah pintu air samping metland) atau terakhir si bapak memutar balik kekanan sedangkan saya lurus sesuai dengan petunjuk beliau.

Beruntung setelah sampai jalan Marunda Makmur aku menyebarang jalan mengikuti rombongan komunitas goweser dari Taman Harapan Indah. Ternyata laut tidak jauh dari situ, mungkin sekitar 500 meter dari tepi jalan raya. Sebelah kiri dari jauh terlihat rumah susun sewa Marunda yang kabarnya kosong karena harga sewanya tidak terjangkau oleh nelayan setempat.

Sepanjang muara terlihat orang orang menyusun bambu untuk dijadikan karamba untuk mencari ikan. Sayangnya pantai yang menjadi ujung BKT ini terlihat penuh lumpur hitam. Walaupun demikian terlihat tumpukan ban dan penjual minuman yang menandakan bahwa tempat ini telah menjadi tempat wisata gratis.

Setelah menikmati pantai yang indah dan hembusan angin laut yang menyejukkan kupustuskan untuk segera pulang karena hari mulai panas. Perjalanan pulang ternyata tak seindah bayangan. Jalanan sepanjang BKT walaupun terlihat datar saja trenyata mempunyai kontur yang sedikit menanjak. Ditambah hembusan angin semakin kencang dan perut yang sudah keroncongan membuat perjalanan menjadi semakin berat saja.

Saat melintas kembali di jalan raya Bekasi aku berhasil menyusul 2 goweser dari Bintara yang juga baru pulang dari laut ujung BKT. Akhirnya kita bertiga menyusuri BKT bareng bareng dengan tenaga tersisa. Mendekati jalan tol JORR terpaksa aku mengundurkan diri dari rombongan karena melihat penjual lopis di pinggir jalan.

Setelah melahap 2 potong gemblong manis plus seteguk air aku melanjutkan perjalanan pulang. Akhirnya setelah mengeluarkan seluruh tenaga yang tersisa dan berintirahat sekali lagi di jl Ratna aku berhasil mencapai rumah jam setengah sepuluh lewat.

Tercatat di “My track” lewat hp android andalan, perjalanan hari itu mencapai 49,16 km dengan total waktu 3 jam 52 menit 37 detik dengan waktu perjalanan 3 jam 10 menit 34 detik dengan kecepatan rata2 15,48 km/jam. Kecepatan maximal yang bisa diraih adalah 39,6 km/jam.

Secara umum track menyusuri BKT ini sangat menarik. Pemandangan yang indah, jalan mulus dan sepi menjadi nilai plus jalur ini. Kita bisa menyesuaikan perjalanan sesuai dengan kemampuan phisik kita. Untuk pemula paling ideal dari Menteng Metropolitan dengan jarak sekitar 20 km (PP). Jika mempunyai phisik lebih kuat bisa dimulai dari Pondok kopi, buaran atau bahkan dari pangkal BKT yaitu dari kali cipinang.

Berani mencoba ?….

note : maaf kalo fotonya kurang prima, maklum pake hp murahan

pintu air samping Metland

ternyata kanalnya ada yang meluas sehingga menyerupai danau

jl marunda terlihat dari pintu air terakhir

pintu air terakhir sebelum dibuang ke laut

pintu air terakhir sebelum dibuang ke laut

air tampak tenang dari pintu air

muara BKT

kapal keruk

rusunawa marunda

akhirnya nyampe laut

sepeda kesayangan

mejeng dulu


Iklan

~ oleh masbloro pada 3 Agustus 2011.

11 Tanggapan to “Gowes menyusuri Banjir Kanal Timur (BKT) emang asyik”

  1. nice posting om, saya jadi tertarik untuk mencoba track ini. Fyi saya tinggal di tg. Priok…salam kenal

  2. Mantap bener Gan… saya baru aja nyoba track ini… berangkat dari Cipinang Muara jam 6, nyebrang rel kreta, masuk kolong jembatan, sampai di laut Marunda jam 8… ngaso bentar diwarung pinggir laut, trus lanjut perjalanan pulang… sayang banget ngga tau jarak tempuhnya, pdhal disepeda nempel peralatan trek wireless, tp ngga ngerti nyetel KM nya…

  3. seneng bacanya pak, terimakasih sudah berbagi cerita… 🙂 jadi teringin juga nyoba…

  4. wah..menarik juga ya…kalau dari kalibata mulainya dr mana ya?…info dong…

    • mungkin bisa ke arah dewi sartika – cawang belok kiri terusan kasablanka ke kanan baru masuk bkt

  5. Postingannya bagus, saya jadi bisa melihat sisi lain Jakarta.

  6. nice article mas..
    tertarik jg utk mencoba..
    ternyata masih ada ”pantai” yg lumayan menarik dan gratis di jkt ya..hehe :mrgreen:
    sy tinggal di rwmangun mas, berarti bisa mulai dari sekitaran cipinang rasanya?..
    good shared.

  7. Agan agan minta no hh dong biar qta gowes bareng d JBKT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: