Repositioning Mio “suka suka”, berhasilkah ?

Setelah mendapat gempuran bertubi – tubi dari Honda, tidak membuat Yamaha kehilangan arah. Berbekal keyakinan akan kekuatan brand Mio, Yamaha menanggapi serbuan Honda dengan langkah sedehana dengan hanya melakukan repositioning matik andalannya Mio.

Menengok lagi kebelang saat mio pertama kali lahir tentu saja tantangan yang dihadapi sangat berbeda dengan kondisi saat ini. Dulu waktu Mio lahir Honda belum tertarik untuk masuk pasar matik dengan alasan kue pasarnya masih kecil, hanya sekitar 1% saja dari total penjualan motor di Indonesia tahun 2003. Tercatat saat itu baru Kymco yang berani membuka pasar matik dengan hasil tidak terlalu memuaskan.

Setelah melalui penelitian panjang, strategi yang diterapkan tim marketing Yamaha kala itu adalah membidik segmen perempuan. Logis saja kalo kaum laki2 sudah ada motor batangan tidak demikian dengan perempuan, belum ada produk motor yang diciptakan khusus untuk perempuan.

Yamaha Indonesia kala itu melihat bahwa segmen perempuan adalah pasar potensial. Lebih dari itu, mereka berkeyakinan bahwa di tahun 2015 pasar ini akan memberi kontribusi hingga 30 persen. Kebetulan motor matik  Mio sangat cocok dengan karateristik perempuan dengan kemudahan mengendarai, mudah dikendalikan dan modis.

Makanya Yamaha berani mengklaim dengan slogan “Yamaha is the first brand to care about women, so Yamaha must understand women”. Yang kemudian diperkuat dengan tema “Wanita Jangan Mau Ketinggalan”.

Yamaha berusaha membuka pasar dengan meyakinkan perempuan, suami dan orang tua untuk tidak ragu membiarkan anak perempuan atau istrinya mengendarai motor sendiri. Bahkan Yamaha sampai menyediakan female trainer dan gift berupa barang khas perempuan seperti tas rias, sisir, kaca rias, dan lainnya untuk pembeli motor Mio. Bahkan promonya selalu mengambil moment yang berkaitan dengan perempuan seperti  hari Valentine, hari Ibu, dan hari Kartini. Bahkan sampai mendatangkan Miss World ke Indonesia.

Hasilnya ? seperti kita tahu Mio sangat sukses dipasaran. Dari awal kuenya cuma 1 % dalam tempo tiga tahun di tahun 2006 segmen matik naik menjadi 6% dan 2009 menanjak menjadi 38%. Jauh lebih tinggi dari ekspektasi awal yang menargetnya market 30% pada tahun 2015.

Bagaimana sekarang? Saat ini matik telah menjelma menjadi motor universal, pengendara matik tidak lagi indentik dengan perempuan. proses ini juga yang membuat pertumbuhan motor matik menjadi sangat tinggi bahkan saat ini sudah bisa melampau penjualan bebek secara keseluruhan.

Jika Yamaha masih memposisikan Mio dengan perempuan tentu saja pasar disasar menjadi sempit. Posisi Mio saat ini dipasar adalah kondisi tertekan oleh kompetitor yang bila tidak disikapi tentu akan menurunkan penjualan Mio. Yamaha saat ini mencoba mentransformasikan Mio menjadi motor universal dengan moto “suka – suka”.

Tentu langkah ini adalah langkah yang paling logis mudah dan cepat untuk mempertahankan Mio sebagai motor matik paling laris. Jika menunggu mayor change atau menambah produk baru tentu akan memakan waktu lama, persiapan panjang dan biaya yang tidak sedikit. Bisa – bisa sebelum produk baru lahir Mio sudah sekarat di pasaran.

Yamaha mengambil langkah lebih bijak, secara simultan sambil mempersiapkan produk baru mio dilakukan repositioning untuk mempertahankan pasar sekaligus menyiapkan ruang baru untuk positioning produk selanjutnya. Sehingga ketika produk baru lahir tidak tumpang tindih dengan produk yang sudah ada di pasar.

Langkah repositioning Mio ini dalam dunia marketing disebut sebagai merubah persepsi konsumen relasi brand menjadi kompetisi brand. Terkadang perusahaan melakukan repositioning untuk menyangga pertumbuhan permintaan pada saat pasar sedang melemah atau untuk mengoreksi kesalahan positioning. Sasaran utama dari strategi reposisi suatu produk adalah membentuk citra merek tertentu di benak konsumen.

 

iklan mio yang baru "suka suka"


Reposisi suatu produk (repositioning) yang dilakukan oleh badan usaha terhadap produknya bertujuan untuk menempatkan suatu posisi yang unik di benak konsumen, sehingga konsumen diharapkan akan memiliki suatu kesan tertentu terhadap merek tertentu. Kesan ini adalah brand image. Alasannya tentu saja macam-macam, bisa karena bereaksi atas posisi baru pesaing, menggapai pasar baru, menangkap tren baru atau Mengubah value offering. Itu katanya Hemawan Kertajaya. Dalam kasus Yamaha, tujuannya bisa salah satu, dua atau bahkan mungkin semuanya ingin dicapai Yamaha.

Berhasilkah strategi Yamaha ini ? Jawabannya tentu tidak bisa sekarang, proses itu akan memakan waktu bisa cepat bisa lama atau mungkin malah gagal, biarlah waktu yang akan menjawabnya…..

kalo ada pendapat lain silahkan dishare disini.

sumber : marketing.co.id, jurnal-sdm.blogspot.com, swasembada

gambar : misnozone.blogspot.com, mariodevan.wordpress.com, proud2ride.wordpress.com

 

 

Iklan

~ oleh masbloro pada 29 Oktober 2011.

4 Tanggapan to “Repositioning Mio “suka suka”, berhasilkah ?”

  1. Cukup sukses,belum ada yg bisa ngalahin mio.
    http://wahyuvixi.wordpress.com/2011/10/29/suzuki-terkendala-banjir-thailand/

  2. lama kelamaan masyarakat juga akan mengetahui mana produk yang berkualitas mana yang ga. Jangan cuman sebagai first mover saja

  3. betulll ituu….konsumen sekarang ga akan salah pilih produk lagii,..
    produk mana yang unggul,fitur nya lengkap,engine nya bagus,teknologi nya canggih,harganya ga operpress,design sesuai keinginan konsumen,..itulah pilihan konsumen…
    jangan cuma suka-suka aja lakuin sesuai hatimu…
    konsumen juga mau dimengerti…

  4. ssttt…jargonnya mio dulu pan ‘wanita jangan mau ketinggalan’ kalo nggak salah?

    Berarti mio itu skutik, karena mio jargonnya ‘wanita’, berarti yang pake skutik itu wanita. Berarti kalo ada cowok pake skutik udah boleh disebut wanita, paling nggak bences, banci, bencong, atau lekong?
    *mampus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: