Suzuki Inazuma 250 = GW 250, pilih nama yang mana?

Sesuai janjinya, selain akan dipasarkan di China GW 250 juga akan dipasarkan di Indonesia, Amerika latin dan Eropa. GW 250 yang diproduksi dan telah di launcing di China telah membuat gunjingan yang cukup panas di tanah air. Modelnya yang terinspirasi oleh B-King membuatnya mendapat julukan sebagai baby king.

Tanggal 19 hingga 27 November 2011 dalam ajang Motorcycle Live yang berlangsung di Brimingham, Inggris GW 250 dipamerkan dengan nama Suzuki Inazuma 250. Dengan dipasarkannya GW 250 ke Eropa bisa menepis keraguan sebagian konsumen motor Indonesia perihal kualitas motor ini. Hal ini bisa dimaklumi karena konsumen Indonesia masih sensitif terhadap produk otomotif  buatan China yang dikenal sangat ringkih di Indonesia.

Suzuki Inazuma alias GW 250, pusat produksi dan perakitan GW250 ada di China. Produksinya akan ditangani langsung oleh Changzhou Haojue Suzuki Motorcycle Co., LTD. Sebuah perusahaan patungan antara Suzuki dan Dachangjiang. Jadi semua pasokan motor ini termasuk yang dibawa ke Indonesia berasal dari sini.

Inazuma 250 dibekali dengan mesin 2-silinder berkapasitas SOHC 250 cc injeksi, yang menghasilkan tenaga 26 hp pada 8.500 rpm serta torsi 24 Nm pada 7000 rpm. Sepeda motor ini juga dibekali muffler dua buah di sebelah kanan dan kiri layaknya sepeda motor gede. Untuk menghentikan lajunya dua rodanya telah teraplikasi rem cakram. Bobot Inazuma 250 sendiri mencapai 182 kg.

Belum jelas apakah Suzuki Indonesia akan memakai nama yang mana GW 250 atau Inazuma 250. Jika memperhatikan brand GW 250 yang sudah kadung melekat sebagai motor produksi China, ada baiknya nama Inazuma 250 yang dipilih. Selain berbau Jepang, nama yang dipakai untuk pasar eropa ini bisa menghilangkan kesan atau aroma produksi China.

~ oleh masbloro pada 5 Desember 2011.

9 Tanggapan to “Suzuki Inazuma 250 = GW 250, pilih nama yang mana?”

  1. Sip,tp wagu

  2. apik susuki shougun 250,,kan musuh ninja

  3. Kadang saya suka geleng2 kepala membayangkan kenyataan bahwa hampir semua barang branded itu cuma jual merk doang, dan yg paling parah adalah harga jualnya tetep aja gak ramah di kantong konsumen, padahal seperti kita ketahui kalo kebanyakan produk sekarang itu produksi Cina yg katanya biaya produksi di sananya jauh lbh murah. Itu sih namanya menekan kost produksi semurah mungkin agar bisa ngambil margin keuntungan lbh besar. Itu trend pabrikasi yg pertama.
    Yg kedua, saya tadinya gak percaya saat sales di Electronic City kasih tau saya bahwa dvd player merk Pioneer itu satu pabrik ama dvd player merk LG. Sampai suatu saat saya lihat sendiri isi dvd writer Pioneer ternyata di dalamnya pakai PCB modul buatan LG, barulah saya percaya.
    Sungguh sedih membayangkan merk2 top hilang satu persatu dari peredaran. Kalo merknya gak hilang pun, tapi aura produknya sendiri sdh hilang, gak seperti dulu tiap produk punya jati diri masing2, termasuk level kualitas yg menjadi ciri khas merk tersebut. Saya ambil contoh merk JBL, nah… yg kita tau kan made in USA, tapi sekarang banyakan udah made in China, sama halnya dgn Altec Lansing. Saya juga sempet kaget saat membongkar speaker Yamaha, ternyata isinya made in Indonesia.

    • saya jg sedih ada yg rela antri puluhan jam hanya utk barang branded yg sebenarnya tidak punyapun tdk apa2

  4. Apa harga sekitar 20-25 jt ? Dan irit BBM ?

  5. honda tiger digemukin body nya jadinya kaya suzuki inazuma 250/GW 250. mendingan beli tiger aja yg harganya masih wajar…body nya suzuki inazuma hampir sama kaya tiger podowae mending milih tigernya

  6. Klo gw mending GW 250 sih sudah lebih familiar soalnya, klo Inazuma kayaknya Jepun bgt

  7. pengen banget punya tapi kemahalan kalee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: