Honda Beat dimata bunda

Menarik usulan dari bro Soeryo dalam artikel ‘akhirnya istriku pilih honda beat” agar mengkorek keterangan dari istri seputar pandangannya terhadap Honda Beat. Kayaknya mudah tetapi faktanya gak gampang juga, maklum istriku sangat awam dunia otomotif. Tetapi ini juga bisa menjadi penilai yang jujur bebas dari prasangka.

Bukan kali ini saja bunda (panggilan istriku) menggunakan motor matik. Sebelumnya bunda sudah pernah merasakan mio dan skywave. Jadi komparasinya tidak akan jauh dari situ. First riding impresion dilakukan dengan mengendarai Honda Beat dari dealer menuju rumah dengan jarak kurang lebih 3 km.

Begitu sampai dirumah aku tanya gimana rasanya, kata2 yang muncul pertama adalah “keras”. Gak tau dari jog atau memang shock-nya yang memang berkarakter keras. Hal yang sama aku rasakan ketika mengendarai Honda Revo. Kalimat berikutnya adalah tapi enteng. “suit suit….” begitu dia menggambarkan betapa lincahnya si Beat ini bermanuver. Dalam kecepatan agak tinggi Beat akan terasa melayang karena ringan-nya itu. Bunda tampak kegirangan karena pas fist riding impresion sempat mampir SPBU, nuntunnya juga enak karena enteng.

“Kalo dibanding yang lain gimana?…” tanyaku kemudian. “Jelas empuknya empuk mio atau skywave, tapi kalo bobot beat paling terasa ringan di atas mio atau skywave”. Kalo diranking berdasarkan penuturan bunda terlihat untuk kenyamanan duduk skywave nomer satu disusul mio, baru beat di belakang. tapi kalo kelincahan (berat) dan pengendalian Beat nomer satu, kemudian mio baru skywave. Itu kata bunda lho.

Menurut bunda duduk diatas beat terasa tinggi, kaki agak sedikit jinjit, saya bilang sih wajar karean beat itu style-nya bebau bebek. Gimana kalo urusan tenaga, bunda menunjuk skywave sebagai motor yang powerfull disusul mio dan beat. Buat bunda sih power gak ngaruh lho wong urusannya cuma ke sekolah sama ke pasar kok.

Dengan segala kekurangan dan kelebihan Honda Beat, secara keseluruhan sih cukup puas dengan performanya. Tapi yang menggelitik, di ujung pembicaraan ada pertanyaan balik dari bunda. “Mas motor kayak gitu kok harganya mahal ya?”….. Gubrakkk…. ya begitulah di Indonesia khan orang suka beli merk kaya kamu… hahaha…

~ oleh masbloro pada 19 Juli 2012.

5 Tanggapan to “Honda Beat dimata bunda”

  1. jleb!!!! motor kayak gitu kok mahal yo?

  2. komparasi yang good, tanpa intimidasi dari pihak manapun. he.. he…

  3. mak jleebbbbbbbbbbbbbb,,,,kara2 si bunda menusuk banget buat yg beli merk bukan beli motor

  4. bit

  5. kalo aku bilang ya..
    HONDA Beat itu bagus dan masuk untuk semua kalangan yang makenya,mulai dari yang muda sampe yang tua!!!
    kalo AHM ngadain perubahan dengan beat pasti tambah banyak yang suka dan mau milikin!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: