Skenario mudik, Cikampek macet lewat mana?

Musim mudik tinggal menghitung hari. Seperti tahun-tahun sebelumnya penjuangan menuju kampung halaman selalu menjadi cerita. Terutama perjuangan mengarungi kemacetan di sepanjang jalur pantura. Berbagai strategi dirancang untuk menghadapi situasi terburuk. Bukannya apa2 soalnya pas mudik nanti tidak punya serep sopir buat gantian.

Tahun yang lalu sengaja mudik berangkat sehari sebelum perkiraan arus puncak. Berangkat pagi buta sekitar jam 3 pagi, selepas tol Jakarta – Cikampek keluar dawuan kemudian ke kanan untuk kembali ke jalur pantura. Hasilnya agak lumayan bisa menghindar kemacetan di cikopo dan simpang mutiara/jomin. Selanjutnya tersendat sendat di sepanjang pantura terutama di daerah Indramayu dan pas keluar dari pejagan. Hasilnya sampai di Blora jam 9 malam atau sekitar 18 jam dari waktu normal 12-14 jam.

Mundur lagi dua tahun yang lalu, berangkat pas di hari puncak  mengambil waktu malam. Berangkat dari rumah sekitar jam 8 malam. Masih sama keluar Dawuan, tapi karena di pintu tol sudah tidak bergerak mobil diarahkan ke kiri masuk tol lagi untuk keluar di Sadang. Sedikit macet di lampu merah selanjutnya cukup lancar walaupun jalannya merayap. Hadangan kedua adalah waktu keluar pejagan sekitar jam 6 pagi. Antrian cukup panjang dan diberlakukan buka tutup dengan membuang arus kendaraan ke kiri masuk Pantura dan ke kanan melalui jalur alternatif secara bergantian. Hsailnya sangat parah waktu tempuh mencapai 23 jam.

Bagaimana tahun ini?

Sesuai hari libur yang sudah diumumkan, diperkirakan arus puncak dimulai tanggal 16 – 17 Agustus 2012. Karena tanggal 16 adalah hari terakhir masuk kerja. Kalo tidak ada halangan seperti tahun lalu, berangkat mudik mengambil waktu tanggal 16 Agustus 2012 dini hari sekitar jam 3 pagi seperti tahun lalu. Walaupun diprediksi pada tanggal itu merupakan puncak arus mudik pada jam segitu mudah mudahan belum banyak orang yang berangkat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya titik krusial ada di daerah Cikampek. Pemerintah masih belum mampu memecah lalu lintas disitu dan jalur pantura yang merupakan rute terdekat masih tetap menjadi jalur favorit apapun kondisinya. Buat saya skenario tahun lalu masih berlaku keluar tol di dawuan, jika pintu keluar sudah macet berarti plan dua berjalan dengan mengambil jalan kekiri masuk tol kembali untuk keluar via sadang. Jika sadang tidak bergerak ya terpaksa memutar lewat bandung via sumedang sebagai plan ke 3 atau terakhir.

Penyebab utama cikampek adalah terjadi bottlneck dicikopo akibat sempitnya jalan dari pintu tol cikopo sampai jalur utama pantura. Buat DLLAJR tidak ada alternatif lain selain memecah arus kendaraan dari Jakarta dengan menyebarkan ke beberapa pintu tol seperti kerawang timur, dawuan, sadang dan cikopo sendiri. Rencana pemberlakuan cotra flow seperti hanya akan memindahkan titik kemacetan pada ujung contra flow. Tetapi itu langkah yang sedikit lebih baik dari pada tidak ada upaya lain.

Sebenarnya adanya kesadaran dari pemudik untuk secara sukarela menghindari jalur pantura akan banyak membantu. Tetapi tentunya harus dibantu dengan kondisi infrastruktur yang baik seperti jalan yang mulus, rambu2 yang cukup serta fasilitas istirahat serta SPBU yang memadai jumlahnya. Tanpa itu jangan salahkan pemudik jika kembali memilih jalur pantura seperti saya🙂 . Hal lain yang penting adalah kedisiplinan pemudik mematuhi rambu dan tidak saling serobot atau memanfaatkan bahu jalan untuk menyodok kedepan. Janganlah budaya buruk itu ikut dibawa ke kampung halaman. maluuu bro…

Sebagai persiapan menghadapi kondisi terberat yaitu matot atau macet total adalah menyiapkan sarana untuk menampung semua informasi dari berbagai media seperti radio,twitter, facebook dan memanfaatkan aplikasi berbasis GPS yaitu latitude. Dengan aplikasi ini kita bisa memantau pergerakan teman-teman yang sama-sama mudik melalui perangkat mobile seperti smartphone Android atau tablet. Tablet ini sekaligus sebagai media hiburan di sepanjang jalan supaya tidak bosan.

Buat pemerintah tidak ada jalan lain selain mendorong percepatan pembangunan jalan tol Cikampek – Palimanan dan Pejagan samapi paling tidak Tegal. Langkah penyelesaian proyek double track untuk kereta api sudah tepat guna menambah kapasitas angkut kereta api sekaligus mengurangi beban jalan raya.

Semoga….

~ oleh masbloro pada 10 Agustus 2012.

6 Tanggapan to “Skenario mudik, Cikampek macet lewat mana?”

  1. Tgl 16 masih banyak orang kerja bro,
    kelihatannya masih sepi

  2. kira2 puncak arus mudik nya tanggal 16 malam atau 17 dini hari ya ?

  3. Perkiraan saya jika ingin lancar mudiklah ke cikampek melalui jalur Papua Irian Jaya….

  4. susah ngarep pemerintah sekarang, mereka msh sibuk nguras negara sebelum 2014. krn merka sangat yakin setelah itu ga bakal kepilih. jd sekarang saatnya berpesta. jd buat apa mereka ngurus pemudik.

  5. Lewat depanku aja gak macet! banjarmasin!🙂

    Komparasi Head to Head Iwan Banaran Vs TMCblog ada dimari gan! cekidot!

    http://garasiotomotif.com/komparasi-head-to-head-tmcblog-vs-iwanbanaran-whois-dbest/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: